Tidak dipungkiri, China merupakan negara dengan ekonomi yang sangat kuat di dunia. Hal tersebut membuat sektor perdagangan memiliki peran yang vital dalam ekonomi negara Tirai Bambu tersebut. Perdagangan yang dilakukan tidak hanya dalam wilayah negara tersebut, namun juga telah tersebar ke seluruh dunia dengan slogan khusus “made in China”. Ya, seperti yang banyak ditemui di pasaran Indonesia, barang – barang yang berasal dari China selalu berhasil merajai berbagai produk yang diperjualbelikan di Tanah Air. Tengok saja di lapangan, mulai dari konveksi, gadget hingga peralatan rumah tangga, semuanya berasal dari China. Sebenarnya hal tersebut tidak mengherankan, karena memang harga jual yang ditawarkan untuk produk yang berasal dari China tergolong sangat murah dan terjangkau bagi kantong sebagian besar masyarakat Indonesia. Ditambah perilaku konsumtif yang banyak dijumpai sekarang ini membuat produk – produk dari China semakin laris dan moncer di pasaran.

Berapa Biaya Import Barang Dari China ?

Adapun untuk biaya import sendiri, hal tersebut bisa dilihat dari dua macam jasa pengiriman atau ekspedisi yang digunakan, dimana penjelasannya akan disampaikan di bawah ini.

  1. By Sea atau melalui laut. Biaya ekspedisi lewat laut sendiri dapat dikalkulasi dengan menghitung ukuran dus dimensi barang atau per CBM yang disesuaikan dengan harga setiap CBM yang selanjutnya dikonfirmasi oleh forwarder di China. Biasanya harga atau biaya yang diperoleh setelah kalkulasi CBM tersebut sudah termasuk dari bea cukai ataupun pajak yang dikenakan oleh Pemerintah. Waktu pengiriman pun berkisar antara 7 sampai dengan 10 hari.
  2. By Air atau melalui udara. Biaya ekspedisi melalui udara umumnya dihitung dengan melakukan kalkulasi volume dalam satuan kilogram (Kg) dengan harga per kubikasi per Kg, sehingga forwarder akan mengkonfirmasi biaya sesuai dengan perhitungan volume kilogramnya. Adapun estimasi pengiriman sedikit lebih cepat, yakni 4 sampai 5 hari.

Namun, selain biaya ekspedisi yang harus dikeluarkan dalam bisnis jasa importir ini, ada beberapa biaya lain yang kemungkinan bisa timbul sehubungan dengan proses import ini.

Biaya Lain Yang Kemungkinan Muncul

  1. Biaya penggunaan forklift. Hal ini termasuk optional dimana sebuah barang tidak dapat diangkat oleh tenaga manusia maka memerlukan penyewaan forklift untuk mengangkat barang tersebut dalam jumlah besar.
  2. Adanya tax refund. Hal ini juga didasarkan pada agen ekspedisi pengiriman, dimana jika ada tax refund maka customer akan dikenakan biaya tambahan sebagai biaya kepengurusan dokumen.
  3. Adanya situasi redline yang diberlakukan oleh bea cukai, sehingga membuat kenaikan harga secara mendadak. Hal tersebut membuat harga akan berubah dari harga awal yang telah disepakati, yang mana pihak forwarder akan terlebih dahulu memberikan konfirmasi kepada customer apakah setuju atau tidak, untuk nantinya barang dikirimkan.
  4. Pengiriman yang terjadi diluar daerah. Jika pemesan berada di wilayah daerah Jakarta, maka secara tidak langsung seorang importir perlu membayar lagi untuk biaya pengiriman barang yang menggunakan jasa ekspedisi lokal, sehingga hal tersebut akan membuat adanya biaya lain yang dikeluarkan oleh seorang importir barang.
  5. Pengiriman yang tidak sesuai dengan invoice dan packing list. Jika tidak ada komunikasi terlebih dahulu terkait biaya yang tertera di invoice, tidak memungkinkan adanya perubahan tagihan harga, sehingga perlu adanya konfirmasi dan kroscek kepada forwarder barang import tersebut.

Dan tulah tadi informasi sekilas tentang biaya import barang dari China yang dapat bermanfaat bagi Anda pembaca sekalian. Sekian dan terima kasih.